Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Agustus 2014
Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif
Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif. Setiap orang pada dasarnya menginginkan kesuksesan finansial dalam hidupnya, namun hanya sedikit saja yang berhasil meraihnya. Mengapa?. Jawaban atas pertanyaan ini akan diungkap pada artikel tentang "Tips hidup hemat" dan "Tips berhemat" pada kesempatan kali ini.
Sebelum anda memulai hidup hemat, maka anda harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hidup hemat. Jika anda menilai bahwa hidup hemat = pelit dan sangat bertentangan dengan karakter serta kepribadian anda, maka anda keliru karena sesungguhnya definisi hemat atau pengertian hidup hemat adalah proses efisiensi konsumsi di saat sekarang untuk dapat mengkonsumsi lebih banyak di masa depan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan hidup boros yang memiliki pengertian mengkonsumsi lebih banyak di saat sekarang dengan mengambil kemampuan konsumsi dimasa mendatang.
Mengutip dari kata-kata bijak Robert T Kiyosaki yang juga seorang motivator dan pakar finansial terkenal yang pernah menerbitkan banyak buku-buku best seller diantaranya Rich Dad Poor Dad, Rich Dads CASHFLOW Quadrant. "Setiap kali anda berhutang uang kepada seseorang, maka anda akan menjadi pegawai dari uang mereka" yang bila diartikan bahwa kehidupan finansial yang baik akan lebih mudah diwujudkan jika anda tak berhutang atau menghutangi seseorang. Jika kalimat diatas terdengar klise dan mungkin terlalu universal bagi anda, maka mulai kini anda bisa mempraktekkannya di mulai dari hal-hal yang kecil dan mudah dahulu dalam menghemat uang anda, hal-hal apa sajakah itu?. Berikut adalah Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif:
![]() |
| Cashflow Quadrant Robert T Kiyosaki |
1. Catat dan bukukan semua uang pemasukan dan pengeluaran anda.
Buat catatan yang sistematis guna memonitoring semua uang masuk dan uang keluar. Minimalkan uang pengeluaran dan maksimalkan sebagian besar uang yang anda sisihkan untuk ditabung. Disiplin, komitmen serta pengorbanan yang besar diperlukan pada tahap ini supaya rencana ini dapat dilakukan dengan sukses. Ingat, perubahan akan selalu terasa tidak enak di masa-masa awal, terutama saat memutuskan untuk merubah pola hidup. Namun seiring waktu, maka anda akan menjadi terbiasa.
2. Simpan kartu ATM dan Kartu Kredit yang anda miliki.
Orang biasanya memiliki kecenderungan untuk bisa merasakan kenikmatan saat dengan mudahnya berhutang atau bisa mengeluarkan uang dengan mudah, dan anda jangan sampai terjebak dalam kenikmatan sesaat tersebut. Semakin anda merasa nyaman dengan pola hidup seperti itu, maka cita-cita untuk bisa hidup bahagia dari segi finansial di masa mendatang akan semakin jauh. Disiplinkan diri anda dan selalu ingat pada tujuan akhir. Nah, untuk menyiasati hal ini, maka anda bisa menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk keperluan bulanan dan simpan kartu-kartu tersebut dirumah agar lebih aman.
3. Rubah pola hidup konsumtif, gengsi dan hobi mahal yang memakan biaya.
Jangan pernah merasa malu dan minder saat anda harus memotong sebagian besar budget yang anda miliki untuk ditabung dan merubah gaya hidup anda. Merubah gaya hidup bukan berarti anda harus membuang "gaya" anda, tapi yang anda perlukan hanyalah menyiasatinya. Sebagai contoh sederhana yang bisa anda lakukan misalnya, anda bisa mengganti hobi ke gym anda dengan melakukan jogging setiap pagi di komplek tempat tinggal anda atau jika anda terbiasa berbelanja di mal yang harus mengeluarkan banyak biaya, maka kini anda bisa berbelanja di pasar-pasar murah yang barangnya bisa ditawar. Bahkan jika anda pintar memilih, anda pun bisa mendapatkan barang murah yang berkualitas di tempat tersebut.
4. Buang pengeluaran rutin anda yang kurang diperlukan.
Buang pengeluaran rutin anda yang kurang diperlukan dan lakukan secara bertahap. Biaya pengeluaran rutin yang kurang memiliki banyak manfaat sebaiknya diminimalisir seminim mungkin atau buang saja jika memang diperlukan. Sebagai contoh misalnya, jika anda berlangganan TV Kabel, maka lebih baik anda stop saja karena hanya akan membebankan biaya pengeluaran anda. Meskipun terkesan murah, akan tetapi bayangkan jika dalam jangka waktu yang lama, tentu akan menghasilkan akumulasi biaya dengan jumlah yang besar bukan?. Anda bisa menggantinya dengan menonton acara TV lokal saja yang murah meriah namun tetap mengasyikan. Jika anda berhasil melakukannya, maka secara bertahap anda pun bisa menerapkan ke hal-hal yang lain, misalnya berhenti berlangganan koran, majalah, kartu kredit, merampingkan anggaran kartu telepon selular dan lain sebagainya yang anda nilai bisa membebankan pengeluaran anda dan alokasikan biaya tersebut ke tabungan.
5. Bawa makanan dari rumah saat bekerja.
Tips bagi anda yang kerja. Jangan malu untuk membawa makanan dari rumah saat bekerja karena hal ini justru mencerminkan kebiasaan hidup yang lebih sehat dibandingkan dengan membeli makanan diluar yang belum tentu terjamin kebersihannya. Selain bisa menghemat, cara ini juga kini telah banyak diaplikasikan oleh mereka yang ingin menimimalisir anggaran budgetnya atau tengah menjalankan diet dengan menu makanan sehat.
6. Temukan hal-hal lain yang memakan biaya kemudian alokasikan ke tabungan anda.
Langkah selanjutnya adalah menemukan hal-hal lain yang kurang diperlukan dan anda anggap kerap memakan biaya kemudian alokasikan ke tabungan anda. Semakin banyak anda menemukannya, maka semakin cerah masa depan finansial anda. Ingat selalu pada pencapaian serta tujuan akhir dan konsistensi dalam proses, itu yang paling penting. Ingat, apa yang anda jalani saat ini adalah manifestasi apa yang anda dapatkan esok hari.
Demikianlah beberapa Tips hidup hemat dan cara menghemat uang paling efektif yang bisa anda lakukan. Jangan lupa untuk tidak hanya menerapkannya pada anda saja, akan tetapi akan lebih baik lagi jika anda juga bisa menerapkannya kepada keluarga anda. Selalu percaya bahwa untuk berkeliling dunia pun harus dimulai dengan satu langkah kecil. Jadi jangan pernah remehkan hal-hal yang kecil karena siapa tau justru karena hal-hal kecil yang anda lakukan bisa membawa anda kepada kesuksesan yang besar.
Selamat menjalani hidup hemat dan semoga berhasil.
(red: admin spektrumdunia dari beberapa sumber referensi di internet dan wikipedia)
Senin, 24 Februari 2014
Memulai Koleksi Uang Kuno
Bank Indonesia 100 Rupiah ND (1960s), artist design
Sebagian besar latar belakang rancangan uang ini diubah sehingga berbeda dengan versi beredarnya
Memulai koleksi uang kuno
Setiap orang mempunyai hobby yang berbeda, ada yang senang menonton film, ada yang senang memancing, ada juga yang senang mengumpulkan buku komik, dan lain sebagainya. Salah satu hobby yang cukup langka adalah mengumpulkan uang kuno, yang dalam bahasa kerennya disebut NUMISMATIK. Hobby yang satu ini termasuk unik karena kesukaran dalam memperoleh informasi maupun "barangnya" itu sendiri. Selain itu hobby jenis ini sangat menuntut kesabaran, ketelitian dan tentu keuangan yang mencukupi.
Untuk menjadi seorang kolektor yang baik, banyak sekali hal-hal yang perlu dipelajari. Pertama, seorang kolektor harus mempunyai minat dan kemauan untuk belajar. Banyak literatur dan perkumpulan yang dapat dijadikan acuan, seperti:
1. Katalog Uang Kertas Indonesia cetakan 1996, 2005 ataupun 2010
2. Katalog Uang Logam Indonesia
3. Standard Catalog of World Paper money (Krause)
4. Catalogue of paper money (Johan Mevius)
5. Katalog lelang dari berbagai balai lelang baik internasional maupun lokal
6. Majalah/literatur terbitan Asosiasi Numismatik Indonesia
7. Informasi dari internet seperti blog ini atau lain sebagainya
Dari sumber2 informasi tersebut di atas kita dapat mempelajari banyak hal tentang uang kuno seperti:
(1) Jenis atau seri, contoh: seri Sukarno 1960, seri Bunga Burung 1959, seri Pekerja 1958 dan sebagainya.
(2) Harga dari masing2 uang tersebut, yang sangat dipengaruhi oleh kualitasnya, semakin baik kualitas suatu uang tentu semakin mahal harganya, demikian juga sebaliknya. Karena itu sangatlah penting bagi para kolektor untuk mempelajari kualitas suatu uang. Terdapat istilah2 khusus tentang kualitas uang kertas, seperti Uncirculated, Extremely Fine, Very Fine, Fine, Very Good, Fair dan lain-lain.
GRADING (Menentukan kualitas) uang kertas
Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.
The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan standarisasi grading yang terdiri dari :
1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.

Uncirculated (UNC)
2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.
NICA 500 Gulden kondisi Almost uncirculated (AU)
3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.
Wayang 50 Gulden kondisi Extremely Fine (EF/XF)
4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.

JP Coen 500 Gulden kondisi VF (Very Fine)
5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.

Gedung 30 Gulden kondisi Fine (F)
6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.
JP Coen 200 Gulden kondisi Very Good (VG)
7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.

ORI 10 Rupiah Baru kondisi Good (G)
8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.

Barong 10.000 Rupiah 1975 kondisi fair
9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.

Pemandangan alam 2,5 Rupiah 1951 kondisi Poor
Ada kalanya kualitas suatu uang kertas ada di antara 2 kategori, dalam kasus ini sebagian kolektor memakai istilah PLUS (+), MINUS (-) atau penambahan huruf a kecil (ABOUT), contohnya:
1. VF+ (Very Fine Plus), berarti grade berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke VF
2. VF++ (Very Fine Plus Plus) berarti gradenya berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke EF
3. aEF (About Extremely Fine), berarti gradenya hampir atau kira-kira berada di EF
4. UNC- (Uncirculated Minus), berarti hampir UNC dengan hanya sedikit sekali kekurangan
Semua cacat yang terdapat pada uang kertas juga harus disebutkan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti:
1. Coretan atau grafiti
2. Bekas selotip, lem atau karat
3. Lubang staples atau pin hole
4. Trimming atau bagian tepi yang di potong
5. Pressing atau disetrika
6. Cleaning, washing atau dicuci dengan menggunakan cairan pembersih
7. Repair atau perbaikan berupa tambalan atau lainnya
Adanya kondisi2 tertentu akan menyebabkan grading uang kertas tersebut menjadi turun sedikitnya satu tingkat.
Sekalipun telah ada standarisasi, perbedaaan grading antara para kolektor seringkali terjadi, masalah ini dapat timbul akibat beberapa faktor misalnya pengalaman, pencahayaan dan suasana yang berbeda. Grading sepantasnya dilakukan oleh orang ketiga yang berpengalaman dan tidak terlibat dalam transaksi.
Beberapa macam istilah grading dalam berbagai bahasa
Langganan:
Postingan (Atom)
